Langsung ke konten utama

OLIGARKI PEMERKOSA PANCASILA

Lima puluh empat (54) tahun yang lalu tepatnya 1966 orde baru dimulai saat lengsernya founding fathers (Soekarno), dimana saat itu nilai luhur pancasila mulai di obrak-abrik oleh orang-orang yang haus akan kekuasaan dengan menggunakan pancasila sebagai alat untuk menjadi penguasa. Waktu terus berjalan dan pancasila mengikuti perkembangannya sesuai dengan siapa yang berkuasa saat itu, jika ada sekelompok orang yang terlalu radikal dalam persaingan maka penguasa akan merasa tidak nyaman dengan posisinya. Untuk memperoleh ketenangan disaat memimpin sudah pasti ideologi kita pancasila yang akan dipakai sebagai alat untuk menjatuhkan lawan, pihak lawan akan di anggap tidak sepaham dengan pemerintah berarti menantang pancasila atau anti pancasila. Orde baru berlangsung dan budaya baru juga telah tumbuh dan berakar dalam negara saat itu yang kita kenal saat sekarang dengan sebutan KORUPSI.
Dua puluh dua (22) tahun yang lalu orde baru telah berakhir tepatnya 1998 dimana era reformasi dimulai. Lagi-lagi yang walaupun memasuki era yang baru bukan berarti sistem kerja pemerintahan juga akan ikut bersih, ternyata pelaku hanya berganti topeng dalam melaksanakan sistem pemerintahan. Negara ditata dengan baik untuk mempersiapkan masa depan yang baru dan pancasila menjalani masa recovery dengan cara dipoles oleh orang-orang memanfaatkannya untuk persiapan perang kekuasaan dalam berpolitik. Orang-orang baru yang memimpin pada era yang baru tercermin dan berkaca dari pemimpin orba sehingga menganggap korupsi sebagai hal biasa.
Akar dari semua masalah dalam negara disebabkan karena korupsi yang membudaya dengan adanya korupsi tumbuhlah cabang-cabang dari akar masalah tadi seperti kolusi dan nepotisme. Dengan adanya KKN orang yang paling berperan melakukan itu adalah orang-orang petinggi pemerintah pusat yang mengabaikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila dalam berbangsa dan bernegara. Mereka sudah paham akan tugas dan tanggung jawab sesuai kewenangan dari konstitusi, tapi tetap dilakukan demi mencapai keinginan dan kepuasan dalam diri atau kelompoknya. Dengan adanya praktek KKN dari pusat, masing-masing daerah juga akan belajar dan mencontohi apa yang ditanamkan oleh petinggi pusat.
Pancasila mengalami degradasi makna dan nilai sehingga saya menilai masa-masa pemilu/pemilihan umum adalah awal lahirnya benih-benih bibit anggota yang berperan dalam KKN masa depan, ibaratkan perekrutan orang-orang bejat terbaru, bagaimana tidak-masa pemilu adalah puncak pengeluaran biaya politik paling besar dalam berkompetisi capai kekuasaan. Para pengusaha/pemodal berkoalisi dengan calon (dukungan dana), terjadi money politik, politik praktis, politik identitas, bersikap santun dan rukun terhadap rakyat, retorika didepan masyarakat dengan janji-janji yang menyenangkan hati.
Pancasila yang seharusnya jadi pedoman dalam pesta demokrasi tapi selalu diabaikan. Dengan sistem pemilu yang kotor diatas-masyarakat juga mudah di bodohi dan di propaganda oleh para calon pemimpin, menerima suap-menyuap adalah langkah awal kesengsaraan dan keresahan hati saat calon pemimpin menjadi pemimpin. Aartinya calon pemimpin yang berhasil jadi pemimpin akan melakukan korupsi untuk pengembalian modal karena pengeluaran biaya yang besar saat berkompetisi, dan akan menabung lagi untuk modal biaya politik periode berikutnya, Saat pemimpin melakukan korupsi impact yang dirasakan oleh masyarakat adalah ketidak-adilan, ketidaksejahteraan dan kesenjangan sosial.
Kadang masyarakat selalu memikirkan masa sekarang bukan lagi memikirkan masa depan, karena masa depan suatu daerah ditentukan oleh masyarakat itu sendiri dalam memilih pemimpin yang berkompetensi dan berkualitas. Jika ada calon pemimpin yang melakukan suap untuk mendapatkan suara anda, itu berarti praktek KKN sedang dilakukan didepan mata. Memang impact saat itu tidak terasa tapi kita rasakan saat dia memimpin dimana ketidak-sejahteraan masyarakat banyak terjadi. Contoh tuntutan masyarakat pada pemerintah daerah/kepala desa yaitu seperti lambatnya pembangunan sesuai janji dan kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Dari sini kadang masyarakat menuntut keadilan dan kesejahteraan dari pemerintah tapi tidak optimis saat pemilu, karena materi semata bangsa ini akan tetap hidup dalam naungan yang mengestafetkan masa depan KKN.

*Salam dialektika*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SALING MAAF SAAT PANDEMI : UNTUK IDUL FITRI

Selama saya tinggal di jawa banyak sekali hal2 kefanatikan terhadap keyakinan yang mengajarkan saya dalam konteks saling membenci. Saya juga pernah kok benci agama islam dan petinggi2 agama yang mendogmakan suatu ajaran, sy membenci cara mendogmakan suatu ajaran sehingga kita dijadikan bibit2 yang saling membenci satu sama lain. Saudara/i saya yang beragama islam sama juga seperti itu membenci agama kristen. Saya berada dalam kondisi mayoritas selama ini, sehingga saya memahami keadaan lingkungan yang mengalami khaos (kekacauan). Kata TOLERANSI yang saya pelajari selama ini ternyata bukanlah solusi absolut untuk tidak saling membenci dalam beragama, justru kata TOLERANSI yang diucapkan selama ini adalah kata2 palsu atau bersifat sementara untuk saling menghargai dan setelah itu akan tidak berlaku lagi saat tidak terjadi khaos. Seolah kata TOLERANSI ini adalah kata yang memiliki musim untuk diucapkan atau saat2 tertentu saja untuk diucapkan sebagai pembuktian bahwa realitanya ada unsur ...

POLIGAMI DEMI SELANGKANGAN

sy membaca buku "DIBALIK SEJARAH POLIGAMI RASULULLAH" karya Achmad Sunarto. Tujuan tulisan ini bukan utk mereview bukunya tpi sy membahas hasil analisis dri konteks poligami nya. Isi dri tiap paragraf cukup menarik,  Tpi sy tidak lansung menelan mentah bgitu sj. trnyata sistem Poligami hadir seolah2 membawa kembali budaya bangsa primitif yg kontroversial di manusia modern saat ini. Byk gerakan islam sendiri yg mengkritik sistem poligami, dan bangsa barat juga byk yg mengkritik demikian. dan isi buku ini mayoritas membenarkan sistem poligami, dan sy pun kurang menyetujui sistem poligami ini. Byk paragraf yg memberi pengertian bahwa satu2 nya cara mengatasi perselingkuhan, perzinahan, kasus2 seksual yg membudaya, masalah dlm rumah tangga, dan mengurangi perceraian yaitu melalui poligami. Jika sy analisis beberapa proposisi diatas, sebenarnya ini salah satu cara mengeksploitasi atau menguasai tubuh perempuan karena budaya patriarki msih benar2 dibeberkan tpi mengatasnamak...

BAHAYA MANA COVID-19 vs EKONOMI

Sy sangat bersyukur dengan ada-nya covid-19, karena ada banyak nilai yang saya peroleh mulai dari segi positif (keilmuan) maupun segi negatif (pelajaran). Rasa syukur ini bukan berarti mensyukuri nyawa yang sdh gugur dan penderitaan yg ada, tpi apapun itu sy turut belasungkawa bagi yg gugur dan berempati utk yg menderita selama pandemi ini. Oleh karena itu, Sy tidak mau katakan pandemi ini cobaan dari Tuhan, karena sy tidak bisa buktikan bahwa asalnya dari tuhan. Jika sy katakan ini adalah cobaan tuhan, maka sifat ini adalah sifat org yg malas berpikir yg tidak bersyukur bahwa akal diberikan utk digunakan dalam berpikir. kata2 itu (cobaan dari Tuhan) bermakna pasrah dan ketidakberdayaan. Klw sdh pasrah dan tidakberdaya berrti iman sama skali tidak berfungsi/tdk bekerja bagi sy. Maka dari itu sy tidak mau mati hanya karena pasrah dlm ketidakberdayaan karena sy hidup utk melakukan sesuatu. Karena konteks tuhan yg sy yakini berdasarkan keyakinan dalam hati, yang artinya diri sy ini adalah...