Langsung ke konten utama

REZIM AKTOR TIRANI (Gagalkan Omnibuslaw


Masa kepemimmpinan soekarno “politik adalah panglima”, masa kepemimpinan soeharto “ekonomi adalah panglima”, masa kepemimpinan Jokowi “agama adalah panglima”. Dimasa kepemimpinan Jokowi, agama adalah alat pengantar demi memenangkan rezim. Kiblat ekonomi hari ini mengarah demi hubungan diplomasi Indonesia dan china. Perjuangan china untuk Indonesia telah mengantarkan Indonesia subur dalam ekonomi dan pembangunan, kekacauan yang kita rasakan dalam konteks Undang-undang yang berkembang hingga banyak regulasi yang diperas dengan satu payung adalah konsekuensi kemajuan Indonesia. 

Selama masa kepemimpinan Jokowi ada 1.000 pasal yang akan diperas dan dipersempit melalui Undang-undang. Undang-undang yang diperas inilah yang memudahkan investasi china dan pengusaha sebagai kinerja rezim untuk balas jasa. Namun, di tulisan ini terobosannya mengarah pada RUU omnibus law cipta kerja, yang benar-benar kontroversi dengan undang-undang No. 13/2003 tentang ketenagakerjaan. Semua gerakan yang bergerak menolak RUU omnibus law cipta kerja, adalah tanda sedia payung sebelum hujan. Dampaknya memang bukan hari ini sebelum di sahkan, tapi setelah di sahkan dan di implementasikan akan mampu melegalkan segala cara demi kepentingan investor. Rezim ini adalah rezim anti rakyat, tindakannya melanggar konstitusi dengan pemaknaan UU Dasar 1945 sebagai induk UU. Omnibus law ini adalah RUU yang represif yang tidak mementingkan kepentingan pekerja, tapi mengutamakan pengusaha. 

RUU ini memang sangat merugikan rakyat bila disahkan mulai dari tenaga kerja dalam konteks cuti kerja, liburan kerja, upah pekerja, perjanjian kerja, bonus, pesangon, jaminan pension dan masih banyak lagi yang dipersempit dan dihilangkan hak sebagai pekerja melalui RUU tersebut. Untuk persingkat penjelasannya yaitu terdapat pasal-pasal yang yang tidak melindungi pekerja dan tidak mengutamakan kepentingan pekerja. 

Tujuan dari RUU tersebut untuk memajukan ekonomi Indonesia melalui mempermudah investasi yang masuk. Sehingga dampak dari itu adalah seolah Negara memiliki Hak penuh untuk mengambil apa yang menjadi hak rakyat, contohnya begini, tanah yang dimiliki masyarakat akan dirampas dengan memanfaatkan keamanan Negara entah itu polisi, POLPP, TNI, dan keamanan yang sifatnya menindas untuk merebut lahan atau hak masyarakat demi kepentingan pengusaha. Hari ini rakyat di anak tirikan oleh pemerintah/Negara yang seharusnya Negara harus mengutamakan kepentingan dan kebutuhan rakyat tapi mereka lebih bersekongkol dengan siapa yang berduit. 

Saya sebagai anggota GMNI Malang, menolak penuh RUU omnibus law cipta kerja karena melanggar konstitusi yang tidak mengutamakan kepentingan pekerja (secara garis besar), dan juga menolak karena bertentangan dengan UU No.23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, bahwa pemerintah pusat sudah memberi wewenang pada pemerintah daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri dimulai dari provinsi sampai kabupaten atau kota. Nantinya Pemda ini akan selalu mematuhi kewenangan presiden dalam konteks pemerintahan yang semakin absolut, artinya perda akan selalu menyesuaikan diri dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dari pemerintah pusat terutama dalam wilayah Omnibus law karena yang saya bahas disini terkait RUU tersebut. 

Jika Pemda seandainya saja tidak sejalan dengan pemerintah pusat maka akan dikenakan sanksi administrasi mengenai RUU omnibus law dalam pengaturan Upah. RUU ini sifatnya top-down/dari pusat ke daerah. RUU ini adalah RUU kesetanan demi elit bisnis dan politik. Karena kita sebagai yang merasa dan sadar untuk berjuang harus Hidupkan terus gerakan demi mengagalkan omnibus law, karena jika disahkan akan terjadi pergusuran lahan, perebutan lahan, menggusur masa depan pekerja, mempersempit masa depan buruh dan tani, mempersempit masa depan pahlwan pangan bangsa. 

Dan mempermudah perampasan tanah, mementingkan kepentingan swasta dan Negara. Satukan barisan, lakukan pergerakan massa, satukan ketukan hati yang sadar dan merasa bahwa kepentingan rakyat untuk diperjuangkan adalah tindakan paling mulia dalam suatu Negara, pudarkan dan mari sama-sama atasi agenda-agenda sistem Tirani di rezim masa kini. 

 👏peace👏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SALING MAAF SAAT PANDEMI : UNTUK IDUL FITRI

Selama saya tinggal di jawa banyak sekali hal2 kefanatikan terhadap keyakinan yang mengajarkan saya dalam konteks saling membenci. Saya juga pernah kok benci agama islam dan petinggi2 agama yang mendogmakan suatu ajaran, sy membenci cara mendogmakan suatu ajaran sehingga kita dijadikan bibit2 yang saling membenci satu sama lain. Saudara/i saya yang beragama islam sama juga seperti itu membenci agama kristen. Saya berada dalam kondisi mayoritas selama ini, sehingga saya memahami keadaan lingkungan yang mengalami khaos (kekacauan). Kata TOLERANSI yang saya pelajari selama ini ternyata bukanlah solusi absolut untuk tidak saling membenci dalam beragama, justru kata TOLERANSI yang diucapkan selama ini adalah kata2 palsu atau bersifat sementara untuk saling menghargai dan setelah itu akan tidak berlaku lagi saat tidak terjadi khaos. Seolah kata TOLERANSI ini adalah kata yang memiliki musim untuk diucapkan atau saat2 tertentu saja untuk diucapkan sebagai pembuktian bahwa realitanya ada unsur ...

REFLEKSI : MUSUH KITA BUKAN COVID-19

Kenapa saya anjurkan kalian selama ini supaya percaya media freelance? Media freelance artinya orang-orang yang memberi informasi kepada khalayak publik (seperti saya contohnya) yang tidak terikat pada pihak apapun atau siapapun. Karena mereka lebih transparan memberi informasi sesuai analisa mereka terhadap fakta lapangan, adapun bila ada kesalahan dalam analisa mereka, itu tergantung dari penerima informasi yang menganalisa lagi supaya analisa diatas analisa akan menghasilkan sifat skeptis seseorang atau sifat meragukan kebenaran. Dengan sifat skeptis tersebut akan menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih dalam sehingga dia terus menggali informasi yang beredar. Seperti itu yang saya maksudkan selama ini, artinya bila teman-teman membaca atau mendapat informasi terbaru telusuri realnya jangan langsung telan mentah. Media-media nasional dan regional/lokal masih terikat sama kepentingan politik dan pencitraannya terlalu banyak karena mereka lebih menjaga elektabilitas instansi tempat mer...

POLIGAMI DEMI SELANGKANGAN

sy membaca buku "DIBALIK SEJARAH POLIGAMI RASULULLAH" karya Achmad Sunarto. Tujuan tulisan ini bukan utk mereview bukunya tpi sy membahas hasil analisis dri konteks poligami nya. Isi dri tiap paragraf cukup menarik,  Tpi sy tidak lansung menelan mentah bgitu sj. trnyata sistem Poligami hadir seolah2 membawa kembali budaya bangsa primitif yg kontroversial di manusia modern saat ini. Byk gerakan islam sendiri yg mengkritik sistem poligami, dan bangsa barat juga byk yg mengkritik demikian. dan isi buku ini mayoritas membenarkan sistem poligami, dan sy pun kurang menyetujui sistem poligami ini. Byk paragraf yg memberi pengertian bahwa satu2 nya cara mengatasi perselingkuhan, perzinahan, kasus2 seksual yg membudaya, masalah dlm rumah tangga, dan mengurangi perceraian yaitu melalui poligami. Jika sy analisis beberapa proposisi diatas, sebenarnya ini salah satu cara mengeksploitasi atau menguasai tubuh perempuan karena budaya patriarki msih benar2 dibeberkan tpi mengatasnamak...