Langsung ke konten utama

Mimpi Masa Kecilku Yang Gagal, Tapi Menciptakan Mimpi Yang Lain

Mimpi Masa Kecilku Yang Gagal, Tapi Menciptakan Mimpi Yang Lain


Sudah dua hari ini saya memikirkan konten apa yang akan saya bahas untuk di upload. Akhirnya ketika bangun pagi jam 05.00 pada tanggal 26-06-2019 bingung harus ngapain. Akhirnya waktu yang masih panjang saya gunakan untuk menulis blog.
Biasanya kalau  bangun pagi saya membersihkan kamar, urus sarapan, dan prepare untuk berangkat kerja jam 07.00 menggunakan motor rongsokan, motor saya memang jelek dan puruk tapi sangat berguna untuk usaha dan hal-hal yang bermanfaat, dari pada punya motor bagus digunakan untuk ajang pamer-pamer yang gak guna dan gaya-gayaan dengan biaya dari orang tua. Eeeh sory malah bahas motor…
Tapi khusus hari ini sebelum jam 07.00 dari pada bengong yang gak jelas dalam kamar berjam-jam, akhirnya saya memilih untuk menyelesaikan konten yaitu tentang mimpi masa kecil.
Saya berasal dari keluarga yang sederhana dari Sembilan bersaudara dan kami banyak karena bapak saya tidak memiliki saudara laki-laki. Sehingga kami anak-anaknya khusus laki-laki termasuk saya dijadikan sebagai patner kerja dan menjadikan kami ibarat saudaranya yang walaupun kami adalah anak-anaknya.
Semua orang pasti memiliki mimpi tapi tidak semua bisa mencapainya. Waktu kecil kita sering di sodorkan pertanyaan tentang cita-cita dan yang terpikirkan ada di benak waktu kecil yaitu ingin menjadi polisi, guru, dokter, tentara, dan presiden karena waktu kecil belum terlalu paham apa itu mimpi.
Cita-cita saya waktu kecil yaitu jadi polisi yang walaupun sekedar ikutan dari teman karena masa kecil dengan impian dunia menyenangkan. Tapi, berbeda dengan sekarang kedewasaan membuat orang menjadi kehilangan tawa, kesenangan hanya karena bagaimana kita merawat pekerjaan, pendidikan, hoby dan waktu istrahat dengan baik.
Ketika di bangku SMK saya benar-benar ingin menjadi polisi karena di kalangan masyarakat dan anak muda profesi ini yang tren. Setelah lulus dari SMK saya membuat plan untuk mencapai cita-cita saya menjadi polisi. Tapi itu semua gagal total karena tidak di setujui oleh orang tua, karena untuk menggapai profesi ini berarti cita-cita materialistis yang bisa membuat dompet tipis.
Ketika apa yang kita impikan dan itu tidak terwujud, rasa sesal yang tiba-tiba datang memang menyiksa dan makin mendalam jika kita memikirkannya, Peyesalan ada supaya kita tidak melakukan hal yang sama dikemudian hari agar kita lebih bijak dalam menentukan pilihan. Di kala itu ketika saya meratapi semuanya dan saya mengambil hikmah dari apa yang saya alami dan rasakan.
Saya mulai buka lembaran baru untuk mencapai masa depan dan saat itu juga saya putuskan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Mimpi menjadi polisi karena pengetahuan terlalu sempit dan setelah masuk kuliah saya mulai bijak karena saya belajar banyak hal dari orang-orang yang berada di Kota pendidikan tempat saya kuliah Kota Malang. Karena kota malang ini saya banyak belajar  tentang kehidupan dalam bersosialisasi,perbedaan, ilmu, berbisnis, usaha, dan menekuni hoby, semua itu saya jalani karena proses dan mimpi yang ingin saya capai blm tercapai. Mimpi masa kecil tidak tercapai bukan berarti gagal tapi itu sebagai ritme hingga saya bisa meulis artikel ini. Mimpi yang saya ketahui adalah meluas dan tak ada batasan.
Sekali lagi mimpi saya saat kecil tidak terwujud bukan berarti gagal karena sampai detik ini hidup terus berjalan untuk mencapai mimpi yang lain.
Untuk kamu jangan sampai tidak memiliki mimpi karena kalau tidak memilikinya kamu tidak akan tahu tujuan hidup yang sebenarnya. Ketika kamu memiliki mimpi kamu akan memiliki motivasi untuk menjalaninya, pasti akan lebih fokus untuk masa depan yang lebih baik, kamu mulai merasa kerja keras tidak akan sia-sia.
Mimpi adalah tujuan hidup, seperti lagu Nidji yang berjudul lascar pelangi ‘’Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia”.
Apakah kamu sudah memiliki mimpi? Jika belum tentukan mimpimu sekarang bukan saatnya bermalas-malasan.

#cita-cita #mimpi #polisi #tujuan hidup #masa kecil #

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SALING MAAF SAAT PANDEMI : UNTUK IDUL FITRI

Selama saya tinggal di jawa banyak sekali hal2 kefanatikan terhadap keyakinan yang mengajarkan saya dalam konteks saling membenci. Saya juga pernah kok benci agama islam dan petinggi2 agama yang mendogmakan suatu ajaran, sy membenci cara mendogmakan suatu ajaran sehingga kita dijadikan bibit2 yang saling membenci satu sama lain. Saudara/i saya yang beragama islam sama juga seperti itu membenci agama kristen. Saya berada dalam kondisi mayoritas selama ini, sehingga saya memahami keadaan lingkungan yang mengalami khaos (kekacauan). Kata TOLERANSI yang saya pelajari selama ini ternyata bukanlah solusi absolut untuk tidak saling membenci dalam beragama, justru kata TOLERANSI yang diucapkan selama ini adalah kata2 palsu atau bersifat sementara untuk saling menghargai dan setelah itu akan tidak berlaku lagi saat tidak terjadi khaos. Seolah kata TOLERANSI ini adalah kata yang memiliki musim untuk diucapkan atau saat2 tertentu saja untuk diucapkan sebagai pembuktian bahwa realitanya ada unsur ...

REFLEKSI : MUSUH KITA BUKAN COVID-19

Kenapa saya anjurkan kalian selama ini supaya percaya media freelance? Media freelance artinya orang-orang yang memberi informasi kepada khalayak publik (seperti saya contohnya) yang tidak terikat pada pihak apapun atau siapapun. Karena mereka lebih transparan memberi informasi sesuai analisa mereka terhadap fakta lapangan, adapun bila ada kesalahan dalam analisa mereka, itu tergantung dari penerima informasi yang menganalisa lagi supaya analisa diatas analisa akan menghasilkan sifat skeptis seseorang atau sifat meragukan kebenaran. Dengan sifat skeptis tersebut akan menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih dalam sehingga dia terus menggali informasi yang beredar. Seperti itu yang saya maksudkan selama ini, artinya bila teman-teman membaca atau mendapat informasi terbaru telusuri realnya jangan langsung telan mentah. Media-media nasional dan regional/lokal masih terikat sama kepentingan politik dan pencitraannya terlalu banyak karena mereka lebih menjaga elektabilitas instansi tempat mer...

POLIGAMI DEMI SELANGKANGAN

sy membaca buku "DIBALIK SEJARAH POLIGAMI RASULULLAH" karya Achmad Sunarto. Tujuan tulisan ini bukan utk mereview bukunya tpi sy membahas hasil analisis dri konteks poligami nya. Isi dri tiap paragraf cukup menarik,  Tpi sy tidak lansung menelan mentah bgitu sj. trnyata sistem Poligami hadir seolah2 membawa kembali budaya bangsa primitif yg kontroversial di manusia modern saat ini. Byk gerakan islam sendiri yg mengkritik sistem poligami, dan bangsa barat juga byk yg mengkritik demikian. dan isi buku ini mayoritas membenarkan sistem poligami, dan sy pun kurang menyetujui sistem poligami ini. Byk paragraf yg memberi pengertian bahwa satu2 nya cara mengatasi perselingkuhan, perzinahan, kasus2 seksual yg membudaya, masalah dlm rumah tangga, dan mengurangi perceraian yaitu melalui poligami. Jika sy analisis beberapa proposisi diatas, sebenarnya ini salah satu cara mengeksploitasi atau menguasai tubuh perempuan karena budaya patriarki msih benar2 dibeberkan tpi mengatasnamak...