Langsung ke konten utama

KETIKA SIFAT TUHAN DI BENCI

Pola pikir manusia sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan, karena itu perubahan akan berjalan dinamis ketika banyak hal-hal baru yang dibenturkan atau dialami oleh suatu lingkungan. Memang benar bahwa setiap manusia menginginkan kesejahteraan dan hidup dalam kedamaian atau kebahagiaan, tapi untuk mencapai  semua itu kita perlu yang namanya PROSES. Proses inilah yang akan menghasilkan hitam putih kehidupan, hitam akan dikatakan gagal dan dijadikan pelajaran sedangkan putih dikatakan sukses.

Nah, bagian yang putih ini sulit untuk dipertahankan karena benturan akan terus berdatangan. Benturan-benturan inilah yang nantinya akan dijadikan pedoman/panduan dalam hidup sehingga secara ilmu pengetahuan akan berkembang dan secara tidak sadar perubahan sudah dialami karena proses sudah terjadi. Masyarakat yang awalnya biasa-biasa saja akhirnya mereka menjadi masyarakat yang peka dengan lingkungan, dan orang-orang yang peka inilah yang akan terus berjuang untuk memberi pengaruh untuk orang lain supaya sama-sama berjuang demi kebahagiaan bersama.

Teman-teman diluar sana atau yang sedang membaca tulisan ini, pernah mengalami yang namanya menghargai atau bersikap rendah hati dengan orang lain dan ternyata sikap kita itu gak bernilai sama sekali dimata mereka atau gak ada feedback-nya dari orang lain. Berulang kali saya alami itu, tapi saya selalu berusaha untuk tenang dan tidak terlalu gegabah. Karena menanggapi suatu lingkungan dengan cara emosional, itu akan mengundang pertikaian yang makin meluas dan sikon yang khaos (kacau) seolah akan terawat.
Kita harus menunggu waktu yang tepat ketika lingkungan benar2 kacau dan semua orang dalam berinteraksi saling membenci dan tidak saling tegur sapa dan bahkan kita sendiri pun alami hal demikian di benci orang lain lalu direndahkan atau tidak dihargai sama sekali. Dan ketika sikon-nya sudah klimaks dan mencuak kita wajib menjadi harimau sehari untuk mengatasi masalah ini, dari pada menjadi kambing seumur hidup. Karena ketika menjadi harimau sehari akan mampu merubah kualitas suatu lingkungan.

Menjadi harimau tidak secara berbicara dibelakang layar sambil nyinyir, bacot, dan marah-marah. Tapi kita harus hadir di tengah-tengah mereka untuk murka dan setelah itu musyawarahkan untuk membicarakan apa yang busuk dalam lingkungan dan pikirkan solusi untuk demi kenyamanan dan kesejahteraan bersama.

Dalam mengatasi masalah kebenaran itu cuma ada tiga macam yaitu benar menurut saya, benar menurut orang lain dan kebenaran yang hakiki. Benar menurut saya adalah acuan paling inti bahwa saya akan menjadi harimau sehari untuk meluruskan dan memperbaiki apa yang benar menurut orang lain, karena mereka (orang lain) tidak konsisten dengan kebenaran sehingga tidak pernah peka dengan lingkungan dan mengagendakan untuk memusyawarakan solusi dalam pencapaian kebenaran yang hakiki.

Saya juga pernah dicurigai maling oleh teman saya sendiri dan menuduh bahwa saya seorang penipu dan bahkan nama saya ini sudah diceritakan ke orang lain. Hati kecil saya sebenarnya pengen jujur dan membuktikan bahwa saya tidak demikian, tapi tidak pada hari itu untuk saya buktikan. Saya mendalami dan berpikir untuk membuat bagaimana cara menyelesaikan kejadian tersebut bahwa saya bukan pribadi yang seperti itu dan saya harus berusaha untuk meyakinkan mereka. Tapi nurani ini sakit juga kawan kalau dibuat seperti itu, kadang saya kepikiran, tidak istrahat tenang, tertekan, dan saya sebenarnya mau hidup tenang seperti kalian dan saya juga butuh banyak teman.
Kalau kejadian sudah seperti itu dan kalian tidak peduli dengan saya yang berusaha setengah mati merencanakan untuk mengatasi masalah supaya kita berteman lagi. tapi kalian sibuk nyinyir, fitnah, mencaci maki, dan menjelekkan saya di orang lain. Itu kan ANJING, maka sudah saat nya saya menjadi harimau sehari supaya keanjingan kalian tidak menggonggong lagi terhadap orang yang berbuat baik tapi kalian sibuk menggonggong. Jangan salahkan saya jika menggunakan kekerasan, marah-marah, musyawarah, dan membuat forum untuk berbantah-bantahan dan saya akan sudutkan kalian bahwa saya akan benar dalam forum dan meluruskan atau memperbaiki apa yang kalian gongongkan selama ini dan jika kalian masih berlebihan dalam forum maka baku hantam adalah solusinya supaya sadarkan kalian.

Mengharpkan atau tidak mengharapkan sesuatu mmg benar bahwa feedback dri org lain tdk akan sesuai apa yg kita perbuat dan yg kita tuju, tapi akan di balas oleh tuhan dengan cara yang lain. Setiap ada masalah orang2 selalu memanjakan diri dgn mengaitkan tuhan.
Untuk memahami konteks itu, wilayah tuhan/keyakinan saya pisahkan dulu. karena jika setiap kali saya mengandalkan tuhan seolah tindakan yg akan saya lakukan terhalang. Bersikap lemah dan tunduk pada org lain, kita harus paham siapa org itu dan bagaimana kondisi lingkungan. Karena ketika kita lemah dan tunduk terhadap orang yg mati rasa akan kepedulian sesama, maka anggap sj diri kitalah yg dipakai oleh tuhan supaya sadarkan org tersbut.
Ketika kita sdh mampu merubah org menjadi sadar dan lingkungan mnjadi damai, maka itulah kemerdekaan dan kemenangan jiwa yg kita peroleh. Dgn sndrinya kita akan bersyukur bahwa ada iktiar dan tawakal (berusaha lalu berdoa). Tidak melulu kita terus berdoa dan berharap tpi kita harus melakukan sesuatu.
Halah lu hanya berani bacot, ia saya sukanya bacot dalam tulisan karena saya suka menulis dan terserah saya mau nulis apa aja. Karena waktu yang ada saya gunakan untuk membangun supaya pribadi ini kokoh dan berkualitas dan bermanfaat untuk orang lain. Dari pada sibuk memperanjingkan orang lain yang sudah berbuat baik tapi kalian lalaikan dan tidak peka sama sekali, disitu ada hati kan?. Kalau ada coba belajar hargai orang yang sudah berbuat baik supaya dunia ini damai dan tidak dipenuhi dengan orang2 serakah, egois, munafik, nyinyir, dengki, suka musuhan, iri dsb. Dunia ini butuh kalian kawan yang peka dengan lingkungan untuk memikirkan solusi ketika ada kekacauan. Usalah kita saling membenci lebih baik fokus berbenah diri supaya kedangkalan dalam berpikir dapat dirubah menjadi ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi orang tua, keluarga, nusa dan bangsa. 

Semua orang pasti mau dan berani memiliki teman maupun kerabat supaya damai dalam hidup. 
Tulisan ini tidak ada unsur memojokkan siapapun yang sudah menjadi teman saya. Tapi saya hanya menuliskan apa yang menjadi pengalaman hidup dan saya juga bersyukur bahwa mereka telah menjadi bagian dari hidup saya. Dan saya sangat berterima kasih Karena mereka telah menjadi kerikil dalam hidup ini, selama saya kuliah di jawa khususnya kota malang.
Saya juga butuh kawan yang banyak supaya bersama-sama menginspirasi agar hidup ini damai. Tapi apapun itu saya sangat syukuri itu semua bahwa teman2 selama di malang adalah orang2 baik, buktinya bahwa kita sama2 belajar untuk kuat dan saling mengingatkan satu sama lain.

👏peace👏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SALING MAAF SAAT PANDEMI : UNTUK IDUL FITRI

Selama saya tinggal di jawa banyak sekali hal2 kefanatikan terhadap keyakinan yang mengajarkan saya dalam konteks saling membenci. Saya juga pernah kok benci agama islam dan petinggi2 agama yang mendogmakan suatu ajaran, sy membenci cara mendogmakan suatu ajaran sehingga kita dijadikan bibit2 yang saling membenci satu sama lain. Saudara/i saya yang beragama islam sama juga seperti itu membenci agama kristen. Saya berada dalam kondisi mayoritas selama ini, sehingga saya memahami keadaan lingkungan yang mengalami khaos (kekacauan). Kata TOLERANSI yang saya pelajari selama ini ternyata bukanlah solusi absolut untuk tidak saling membenci dalam beragama, justru kata TOLERANSI yang diucapkan selama ini adalah kata2 palsu atau bersifat sementara untuk saling menghargai dan setelah itu akan tidak berlaku lagi saat tidak terjadi khaos. Seolah kata TOLERANSI ini adalah kata yang memiliki musim untuk diucapkan atau saat2 tertentu saja untuk diucapkan sebagai pembuktian bahwa realitanya ada unsur ...

REFLEKSI : MUSUH KITA BUKAN COVID-19

Kenapa saya anjurkan kalian selama ini supaya percaya media freelance? Media freelance artinya orang-orang yang memberi informasi kepada khalayak publik (seperti saya contohnya) yang tidak terikat pada pihak apapun atau siapapun. Karena mereka lebih transparan memberi informasi sesuai analisa mereka terhadap fakta lapangan, adapun bila ada kesalahan dalam analisa mereka, itu tergantung dari penerima informasi yang menganalisa lagi supaya analisa diatas analisa akan menghasilkan sifat skeptis seseorang atau sifat meragukan kebenaran. Dengan sifat skeptis tersebut akan menimbulkan rasa ingin tahu yang lebih dalam sehingga dia terus menggali informasi yang beredar. Seperti itu yang saya maksudkan selama ini, artinya bila teman-teman membaca atau mendapat informasi terbaru telusuri realnya jangan langsung telan mentah. Media-media nasional dan regional/lokal masih terikat sama kepentingan politik dan pencitraannya terlalu banyak karena mereka lebih menjaga elektabilitas instansi tempat mer...

PERAWAN HILANG KARENA MABUK CINTA

   Picture from : IG-perempuan.merdeka   Keperawanan adalah harta yang paling berharga yang dipertahankan oleh wanita untuk seorang pria yang menjadi pasangan hidupnya kelak. Dan wanita tidak akan menuntut seorang pria untuk menjadi pasangan hidupnya harus perjaka juga, karena ini bukan masalah kelamin tetapi masalah pilihan hati dan perasaan untuk menjalin hubungan cinta yang cocok. Tapi, sebelum dilanjutkan-akan saya jelaskan tentang keperawanan hanyalah selaput darah. Mungkin kamu salah satu orang yang memiliki persepsi bahwa wanita yang tidak perawan adalah mereka yang sudah melakukan hubungan seksual. Sebenarnya, tidak perawannya seorang wanita penyebabnya bermacam-macam, salah satunya yaitu hubungan seksual. Penyebab lainnya adalah: aktivitas berat yang melibatkan kontraksi daerah kelamin seperti bersepeda, berkuda, berenang, kangkang atau gerakan split, cedera dan lain-lain. Biasanya dilakukan oleh wanita yang suka berolahraga atau sejenisnya sehingga perl...